Fitting JIC : Pengertian, Fungsi Hingga Spesifikasinya

fitting JIC
fitting jic
fitting JIC

Apa itu fitting JIC ? Pada dasarnya, ulir terdiri dari berberapa jenis salah satunya jenis JIC. Agar makin paham, simak ulasannya disini.

Mudahnya, fitting dapat dikatakan semacam ulir atau baut karena sifatnya sebagai pengikat. Tidak heran kini penggunaan ulir banyak sekali ditemui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada bagian kendaraan mesin motor, mobil, alat berat, hingga industri.

Meskipun terdiri dari berbagai jenis, nyatanya yang paling banyak digunakan yakni berjenis JIC. Untuk dapat memahaminya dengan mudah, simak selengkapnya berikut ini.

Pengertian Fitting JIC

Fitting JIC adalah konektor khusus untuk  tabung ukuran metrik dan inci. Sambungan fitting ke pipa dibuat menggunakan selongsong dan mur.

Fitting yang merupakan jenis fitting hidrolik yang didesain mengikuti SAE J514 dan ISO 8434-2. Akronim JIC mewakili Joint Industry Council. Jenis ini sudah banyak digunakan di berbagai industri, terutama dalam sistem dengan tekanan tinggi.

Fungsi & Kegunaan Fitting JIC

Fitting JIC banyak digunakan dalam sistem bertenaga fluida di mana transmisi dan kontrol daya terjadi melalui fluida bertekanan. Fitting tersebut juga digunakan dalam sistem lain yang bekerja di bawah tekanan tinggi.

Umumnya, fitting ini dirancang untuk bekerja dan berkorelasi dengan diameter luar tabung (OD).

Standarisasi Fitting JIC

​Fitting JIC dibuat mengikuti standar SAE J514 dan ISO 8434-2 dan diproduksi dalam ukuran mulai dari 1/4 ” hingga 1 1/2″. Set lengkap JIC terdiri dari selongsong, bodi, dan mur dengan permukaan tempat duduk bodi yang dirancang dengan flare 37 derajat.

Menariknya, jenis ini dapat menahan tekanan kerja maksimum 420 bar dan cocok untuk berbagai industri yang berbeda.

Fitting ini juga dikenal sebagai JIC 37 derajat flare fitting karena dirancang 37 derajat dari permukaan dudukan flare.

​Fitting memiliki tiga bagian, diantaranya :

  • Mur Flare,
  • Selongsong, dan
  • Badan Fitting.

Spesifikasi Umum Fitting JIC

Fitting jenis ini diproduksi dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan mesin, biasanya mulai dari 1/4 ” hingga 1 1/2″. Agar penggunaannya terjamin aman, fitting jenis ini terbuat dari Stainless Steel SS316 dan Baja Karbon.

Tekanan kerja standar untuk jenis JIC diukur antara 1000 PSI hingga 5000 PSI. Fitting ini guna memastikan sambungan tabung dengan ukuran berbeda dapat tersegel dengan aman.

Berikut ini tersaji dalam tabel sederhana.

Spesifikasi Material
  • Baja Karbon
  • Stainless Steel SS316
Tipe Koneksi
  • JIC (Koneksi pertama) x NPT (Koneksi kedua)
  • JIC (Koneksi pertama) x JIC  (Koneksi kedua)
  • JIC (Koneksi pertama) x BSPP (Koneksi kedua)
Ukuran
  • 1/4” hingga 1 1/2”
Tekanan
  • Hingga 420 bar

Cara Menggunakan Fitting JIC

Perhatikan empat langkah mudah berikut ini untuk memasang jenis fitting tersebut dengan benar dan tepat.

1. Periksa permukaan fitting dan permukaan segel dari kontaminasi atau kerusakan. Setelah itu, ukur tabung dengan panjang yang diinginkan dan flare hingga 37 derajat.

2. Gunakan pelumas seperti cairan hidrolik pada flare dan seluruh permukaan ulir.

3. Tempatkan mur dan selongsong pada sambungan ujung tabung. Posisikan komponen dengan baik sebelum dikencangkan dengan tangan. Kemudian, putar mur flare untuk mencapai permukaan segel.

4. Pastikan mengikuti tingkat torsi pengencangan yang disyaratkan.

Selesai sudah.
Kami jual tube fitting JIC lengkap untuk kebutuhan mesin Anda. Silahkan isi form disini agar terhubung dengan kami.

Semoga ulasan terkait serba serbi fitting  diatas dapat bermanfaat..

You may also like...