Kenali 10 Komponen Pompa Hidrolik Berikut Ini


komponen pompa hidrolik
komponen pompa hidrolik

Bagi penguna mesin hydraulic system, sudah seyogyanya dapat mengenali komponen pompa hidrolik berikut ini dengan tujuan untuk mencegah kerusakan yang sering terjadi. Dengan demikian, perawatan dapat dilakukan dengan mudah tanpa bingung lagi.

Umumnya, pompa hidrolik bekerja karena terjadi kevakuman yang terjadi pada rumah pompa. Maka perlu dijaga kerapatan pada rumah pompa terutama pada seal yang terdapat pada pompa. Pompa hidrolik mempunyai sistem kerja sederhana yang mampu mendukung kinerja mesin manufaktur agar produktivitas makin meningkat.

Pompa hidrolikharus diperhatikan perawatannya agar kinerja selalu tetap optimal, salah satunya dengan mengetahui komponen pompa hidrolik.

Komponen Pompa Hidrolik

1. Stuffing Box

Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompamenembus casing.

2. Packing

Digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan dari casing pompamelalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.

3. Shaft (Poros)

Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama beroperasidan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainnya.

4. Shaft Sleeve

Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal bearing daninterstage atau distance sleever.

5. Vane

Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.

6. Casing

Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage).

7. Eye of Impeller

Bagian sisi masuk pada arah isap impeller.

8. Impeller

Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinyu, sehingga cairan pada sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari cairanyang masuk sebelumnya.

9. Wearing Ring

Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara memperkecil celah antara casing dengan impeller.

10. Bearing

Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya,sehingga kerugian gesek menjadi kecil

Jenis Pompa Hidrolik

Sebab mesin terdiri dari berbagai tipe, demikian komponen pompa hidrolik juga menyesuaikan dari tipe mesin tersebut. Berikut ulasan jenis atau klasifikasi selengkapnya berikut ini.

1. Positive Displacement

Merupakan pompa dengan ruangan kerja yang secara periodik berubah dari besar ke kecil atau sebaliknya, selama pompa bekerja. Energi yang diberikan kepada cairan ialah energi potensial, sehingga cairan berpindah volume per volume

Karakteristik dari pompa jenis ini yakni memiliki internal leakage kecil. Hasilnya, pompa mempunyai tekanan yang berpengaruh kecil terhadap suatu kapasitas. Imbasnya dapat menahan bocor jika tekanan sedang posisi naik.

Berikut klasifikasinya;

a. Gear Pump

Sering disebut dengan jenis pompa roda gigi yang memiliki sistem praktis dan ekonomis. Merupakan jenis pompa yang paling banyak digunakan oleh pengguan industri sebab cocok digunakan untuk berbagai sistem. Memiliki dua jenis yakni internal gear pump dan eksternal gear pump.

b. Vane Pump

Umumnya vane pump memiliki dua output yakni fixed & variable. Secara mekanis, vane bergerak masuk dan keluar pada slot dalam rotor. Housing dalam vane pump berkerja untuk membantu membantu jalan kerjanya komponen lain dan mengarahkan flow masuk kedalam sistem.

c. Piston Pump

Piston juga terbagi menjadi dua jenis yaitu axial piston pump dan radial piston pump. Bedanya, axial piston bergerak dengan model lurus maju dan mundur secara paralel dengan merubah sudutnya sendiri. Dengan demikian maka flow dapat bekerja dengan optimal.

2. Non Positive Displacement

Sedangkan pompa jenis ini merupakan jenis pompa dengan volume ruang yang tidak berubah pada saat pompa bekerja. Sebab energi yang diberikan pada cairan adalah enersi kecepatan. Oleh sebab itu maka enersi dapat berpindah kecepatan lalu diubah menjadi enersi dinamis dalam sistem pompa.

Karakteristiknya internal leakage besar dan perubahan tekanan sangat berpengaruh besar terhadap kapasitasnya. Imbasnya memiliki efisiensi yang tergolong rendah sebab output pada flow turun secara drastis. Oleh sebab itu, pompa jenis ini lebih banyak digunakan pada aplikasi mesin yang memiliki tekanan rendah.

Butuh layanan instalasi hidrolik? Klik disini..

Nah demikian informasi seputar ulasan komponen pompa hidrolik serta jenisnya. Semoga dapat menjadi wawasan kita bersama..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *