Transmisi Alat Berat Overheat ? Intip Penyebab & Solusinya

transmisi alat berat overheat
transmisi alat berat overheat
transmisi alat berat overheat

Bagaimana cara mengatasi transmisi alat berat overheat? Biasanya gejala ini memang sering menimpa berbagai macam alat berat terutama pada unit bulldozer.  Oleh sebab itu, tentunya sangat penting bagi mekanik untuk mengetahui cara mengatasinya dengan mudah.

Lalu, adakah indikasi yang menyebabkan transmisi menjadi overheat?

Jawabannya tentu ada. Umumnya, unit yang mengalami overheat maka timbul beberapa gejala menganggu seperti bau gosong pada oli, mesin cepat panas, dan lain-lain.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, maka imbasnya seal pada komponen cepat rusak dan umur transmisi menjadi sangat pendek. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui jadwal perawatan bulldozer.

Transmisi Alat Berat Overheat

Torqflow atau transmisi alat berat yang dimana sistem pemindahannya secara otomatis dengan menggunakan disk dan clutch yang sudah tersusun di dalam satu kesatuan. Untuk mengaktifkan speed tersebut maka membutuhkan tekanan oli agar disk dan clutch dapat engaged.

Berikut ini penyebab transmisi overheat pada alat berat diantaranya :

1. Level oli tidak sesuai

Oli memang selalu menjadi andalan penyebab disetiap engine. Baik kapasitas terlalu banyak hingga sedikit, oli dapat menyebabkan transmisi menjadi mendadak overheat.

a. Oli terlalu banyak

Penyebabnya karena transmisi memiliki ruang terbatas sehingga ketika memiliki oli yang berlebihan, maka transmisi menjadi sulit bekerja sehingga komponen lainnya terasa berat.

Selain itu, ruangan pernapasan sangat minim ketika unit beroperasi. Imbasnya, suhu transmisi cepat naik.

b. Oli terlalu sedikit

Selain oli yang terlalu banyak, fatal juga ketika oli terlelu sedikit dalam engine. Pasalnya, ketika engine running dan speed transmisi diaktifkan maka jumlah oli yang menuju ke clutch untuk mengaktifkan speed berkurang sehingga tekanan oli yang dihasilkan pun juga berkurang.

Apabila terjadi demikian, maka disk dan plate pada transmisi menjadi slip. Transmisi yang slip menyebabkan engine low power dan oli menjadi panas akibat gesekan yang berlebihan secara terus – menerus

c. Filter transmisi rusak

Filter atau saringan oli umumnya memiliki fungsi sebagai penyaring kotoran sebelum masuk kedalam ruang engine. Kondisi filter yang rusak atau sudah buntu maka dapat menghambat aliran dengan kondisi yang sama ketika oli berkurang. Baca disini cara mengganti filter alat berat yang benar agar tidak salah bongkar pasang.

2. Tekanan main relief transmisi rendah

Penyebab selanjutnya ialah tekanan relief rendah.

Oleh sebab itu, ada baiknya sebelum memulai mengoperasikan jangan lupa untuk mengecek tekanan relief harus tercapai. Sebab, tekanan transmisi yang rendah maka dapat menyebabkan speed menjadi low power hingga transmisi overheat akibat slip yang terjadi.

3. Oil cooler buntu

Oil cooler yang rusak atau sudah buntu maka dapat mengakibatkan transmisi menjadi cepat overheat.

Oleh sebab itu, cara paling efektif untuk melakukan pengecekan fungsi oil cooler adalah dengan mengukur perbedaan suhu antara saluran masuk dengan saluran keluar pastikan terjadi penurunan panas.

Contohnya seperti ini  :

Saluran masuk 80 derajat celcius sedangkan saluran keluar 60 derajat celcius. Jadi pastikan selalu berbeda sekitar 20 derajat celcius. Namun, ketika perbedaannya sangat jauh maka oil cooler menjadi buntu. Berbeda hal jika perbedaanya sedikit maka sistem pendingin menjadi kurang maksimal

4. Kebocoran Torque Converter

Penyebab terakhir yang perlu dicurigai yakni adanya indikasi kebocoran dari torque converter. Adanya kebocoran maka oli yang ada di dalam Torque Converter sebagian terbuang ke transmisi tanpa melewati oil cooler.

Untuk memastikan kebocoran apakah benar terjadi, maka dapat dilakukan dengan pengetesan tekanan inlet relief valve dan outlet relief valve pada kondisi low idle.

Meski pada shop manual tidak ada standar parameter untuk low idle, setidaknya hal ini perlu dilakukan perbandingan dengan unit lain sebab umumnya masalah overheat pada kondisi seperti ini terjadi karena tidak tercapainya tekanan Torque Converter saat low idle sedangkan high idle tercapai

Demikian ulasan seputar transmisi alat berat overheat khususnya pada unit bulldozer. Semoga bermanfaat..

You may also like...